Dibalik Sepiring Somay




Kisah Dibalik Somay



Pagi hari itu  sama seperti hari-hari biasanya, hari ini adalah hari ulang Tahunku sama seperti tahun-tahun sebelumnya ibuku selalu membuatkan sebuah somay Istimewa dikala aku berulang tahun. Namun, pagi pagi ini saat aku lihat diatas meja makan kosong tanpa ada satupun makanan yang tersedia bahkan somay yang Istimewa yang sudah aku nantikan pun tidak ada. Fikirku apakah ibu sudah lupa dengan ulang Tahunku kali ini dengan perasaan yang jengke dan marah.

" Ughh, Apakah ibu sudah melupakan hari Ulang tahunku?apakah ibu tidak sayang lagi sama kau bu? " dengan perasaan jengkel  aku segera meningalkan rumah dalam keadaan perut yang masih kosong, aku berfikir. " ini pasti gara-gara adik aku yang selalu rewel saat pagi, hingga ibu pun tidak ingat denganulang tahunku " dengan kesal aku terus berjalan menjauh dari rumahku.

Saat berjalan, tiba-tiba perutku terasa sangat lapar dan sakit karena dari pagi belum diisi sarapanataupun makanan lainnya. Tanpa  sengaja, diperjalanan aku melihat tukang Somay yang sedang berkeliling berjualan dagangannya, Tanpa aku sadari, ternyata bapak penjual somay itu melihat aku memperhatikannya terus dari tadi. Ia pun mengampiriku.

" Kenapa dek?mau makan somay ya?

"Iya Pak. Tapi, aku gak punya uang untuk belinya pak "

" Ya udah. adek duduk aja dulu ya, nanti bapak buatin Somaynya "

" Tapi Pak. Saya kan gak ada uang "

" Udah. Gak apa-apa "

" Nihh dek somaynya, makan aja. "

" Makasih banyak Pak "

Saat sedang asik menyantap Somay, Ia tidak sanggup menahan Air mata yang jatuh dari mata. Hal ini pun, dilihat oleh bapak penjual Somay tadi.

" Loe kenapa nangis dek?kepedasan atau giamana? "

" Gak apa-apa pak, saya cuma teringat akan ibuku yang dirumah "

" Memang kenapa ibunya dek? "

" Sebenarnya hari ini adalah hari ulang tahunku pak, sama kayak tahun sebelumnya,  bisanya ibuku menyiapkan Somay Istimewa saat hari ulang tahunku. Tapi Pagi tadi, Ibuku tidak membuatkan Somaynya seperti biasanya, waktu itu aku merasa kesal dan jengkel, hingga aku pergi dari rumah "

" Adek ini bapak kasih tau ya, Harga somay ini berapa? "

" Biasanya Rp1.000 per biji, ini ada 8 berarti harganya Rp8.000 pak. jadi kenapa pak? "

" Ibumu dirumah serng masak apa buat makan pagi,siang dan malam? "
" Biasanya Ayam pak yang sering "

" Harga Ayam berapa sekarang?Mhalan Ayam atau Somay yang adek makan saat ini "

" Ya.. Mahalan Ayam pak pastinya "

" Kamu makan 3x dalam sehari kaliin dengan harga Ayam dan Nasi, belum bumbunya jadi berapa? hitungin Jumlah uangnya dan kaliin udah berpa tahun adek dikasih makan sama ibunya saat mulai dari kecil sampai jadi gadis dewasa? Apakah bisa adek hitung? pernah gak adek merasa terharu jika mengingat perjuangan ibumu saat memberi makanmu? Saya baru sekali kasih makan Gratis, itupun harganya Rp8.000 gak sebanding dengan Jasa ibumu yang sudah kasih makan kamu bertahun-tahun lamanya, Apakah adek Paham maksud bapak? "

Ia pun seketika langsung menyadari kesalahannya dan langsung bergegas menghabisi makanannya dan mengucapkan banyak terima kasih pada bapak penjual somay itu, Ia langsung  berlari pulang menuju kerumahnya

Setelah sampai dirumah Ia langsung disambut ibunya dirumah denganpelukan hangat yang penuh kecemasan bercampur perasaan lega.

" Putriku, dari mana saja kamu Nak, Ibu khawatir kamu pergi dari pagi dalam keadaan belu sarapan, sini duduk Nak, Ibu sudah buatin banyak makanan dan semangkuk Somay Istimewa buat kamu dihari yang istimewa ini, Barakallah Fii Umrik Putriku "

" Ibu. Maafkan aku bu, aku sudah salah menilai semuanya tanpa melihat kondisi dan keadaan kita sekarang, aku menyesal sudah berkata kasar pada ibu,Maafkan aku ya bu "

" Iya Nak, Ibu sudah maafin kamu, ibu juga ngerti perasaan kamu tadi. Ya Udah, kita lupain aja, semoga ini jadi pelajaran juga buat kita "

Ia pun memeluk ibunya dengan tangisan dan penyesalannya, ternyata yang ia fikir bahwa ibu sudah lupa dengan Ulang tahunnya adalah salah, malah sebaliknya, ibunya sudah mempersiapkan semua kejutan ini untuk putri tercintanya.






Catatan: terkadang disaat keinginan kita terpenuhi, perasaan kita kepada orang yang memberi itu akan sangat besar bahkan kita sangat peduli saat orang itu dalam masalah. Tapi, saat keinginan yang kita harapkan tidak terpenuhi, terkadang kita langsung memvonis orang itu tanpa melihat latar dan cerita dibelakangnya, dan melupakan segala kebaikan yang telah ia buat kepada kita selama ini. 
Zuliardo Untuk Kamu, Kalian para pemuda,Sebaris kata salam perkenalanku,Kalian penikmat sajak dan Cerita,Sehelai kata membuka diary. Salam Kenal Semuanya....

3 Komentar untuk "Dibalik Sepiring Somay"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel