Puisi singkat hanya untuk ibu


Catatan Ibu: Jika kalian suka dengan tayangan-tayangan heroik dari perjuangan para pahlawan-pahlawan di TV. Pasti itu sungguh hebat dan sangat membuat kita semua kagum bukan?"

Tapi, semua hal itu tidaklah ada apa-apa dibanding dengan perjuangan seeorang ibu yang telah mengandung dan melahirkanmu. Tidak hanya sebatas itu saja. Bahkan, ibu juga sudah mendidik kita dari kecil sampai dewasa sehingga kita bisa hidup secara mandiri dan bekerja mencari Uang Sendiri.

Sungguh semua kisah ini sangatlah hebat dari pada tayangan-tayangan pahlawan yang ada di TV.

Pada Artikel kali ini, saya akan membagikan sebuah puisi tentang ibu yang mungkin akan mewakili perasaan hati kalian saat mengingat perjuangan beliau.




TERIMA KASIH IBU 

Perlahan diriku mulai dewasa.
Perlahan aku mengerti tentang perihnya hidup ini.
Perlahan aku bisa mengukir sebuah kata dibuku.
Aku mulai belajar untuk menulis sebuah cerita.
Aku mulai belajar untuk menulis sebuah kisah.
Kisah dari kehidupanku ini.

Telah banyak yang telah aku pelajari.
Sudah banyak yang telah aku ketahui.
Namun, masih saja aku tidak mampu.
Tidak mampu untuk menulis kisah perjuanganmu.

Ibu..
Tidak bisa aku berkata lagi.
Tidak mampu aku bersuara lagi.
Setiap waktu kau temani diriku.
Dari aku kecil hingga aku dewasa
Kasih sayangmu tidak pernah pudar
Bagaikan kertas yang hanyut dibawa ombak 

Ibu..
Jika sejuta kata aku tuliskan untukmu.
Tidaklah cukup untuk semua kisah dirimu.
Cintamu untuk diriku.
Tidak pernah ada batasnya.
Dikala diriku lemah.
Dikala diriku tak kuasa mengahadapi kerasnya kehidupan.
Engkau selalu ada untukku ibuku.

Ibu..
Sejuta puisi telah aku ringkaskan
Akupun tidak menangis untuk membacanya
Tapi.
Satu puisi singkat yang aku ceritakan untukmu
Membuat diriku tidak mampu menahan air mataku

Ibu..
Kau membibingku dalam kebaikan.
Kau membimbingku dalam kebenaran.
Engkau menarikku disaat aku tergoyah dari kebaikan.
Engkau tidak letih menasihatiku siang dan malam.

Ibu..
Tidak banyak yang bisa aku berikan padamu.
Hanya kata dan pejuangan yang ingin aku berikan padamu.
Sudah cukup untukumu berjuang untukku.
Sekarang, saatnya aku berjuang untukmu.
Terima kasih ibuku.

****

Artikel Lainnya:

  1. 4 Puisi perasaan Hati
  2. Puisi-puisi keritikan Elite
  3. Bahayanya media sosial sekarang
  4. Cerpen ( Boneka terakhir )
  5. Cerpen ( Ibuku buta )





Jasa seorang ibu tidaklah pernah bisa kita balas, Walaupun kalian memiliki segudang berlian dan emas itupun tidak akan mampu membalas jasa beliau.

Namun, semua orang tua tidaklah pernah meminta banyak anaknya. Mereka, hanya ingin melihat anaknya bahagia dan sukses itu sudah cukup bagi mereka.

Walaupun begitu, kita sebagai anak tidaklah hanya memberi sesuatu yang kecil yang bahkan tidak ada apa-apanya dibanding dengan kasih sayang beliau terhadapmu.

Pada intinya sehebat apa pun kita saat ini, sepintar apa pun kita saat ini. Jika tanpa Seorang ibu, kita tidak akan bisa ada didunia ini dan melihat keindahan alam ini.

Lalu, bagaimana cara kita untuk mengungkapkan atau menhormati Ibu dalam hal kehidupan sehari-hari? " dibawah ini juga sudah saya rangkum sedikit Cara menghormati ibumu tanpa melukai hati beliau:


MEDIA PINTAR:


1. Berbicaralah dengan cara baik-baik dengan Etika kesantunan dan tata cara yang baik. Dan, jangan pernah mengungkapkan suatu kata yang bernada tinggi ataupun bernada penolakan, seperti kata " Ahh " " Ibu Ini " Dan Lain-lainnya. Karena, dengan mengucapkan kata itu, tanpa disadari kita telah menyakiti hati beliau

2. Jangan pernah melawan orang tua, dengarkanlah semua kata dan nasihat dari beliau dengan baik. Dan, jangan pernah membantah kata-kata beliau. Kecuali, apa yang di sarankan atau diperintahkan beliau bertentangan dengan agama dan peraturan. Maka, wajib bagi kita untuk menolaknya.

3. Terseyumlah saat bicara dengan orang tua, jangan sekali-kali memasang wajah marah atau wajah yang mengesankan tidak baik saat dipandang.

4. Jaga nama baik keluarga terutama nama baik ibumu, jangan pernah berbuat onar diluar rumah yang memungkinkan membuat ibumu repot nantinya. Seperti mencuri, balapan liar, narkoba ataupun kegiatan-kegiatan yang berpotensi melanggar peraturan agama maupun negara.

5. buatlah sedikit lelucon yang membuat ibumu tersenyum, dengan catatan, hal itu tidak berlebihan.

6. Meminta pendapat orang tua jika dalam kesulitan apapun, dan selalu Meminta maaf jika memang pendapat beliau kurang pas, sebelum mengungkapkan pernyataanmu.

7. Jika ibumu memanggilmu, segeralah jawab dengan cepat. Jangan membuat ibumu menunggumu.

8. Jangan pernah berdebat dengan Beliau, Sampaikan dengan tenang dan santai jika memang ada yang salah.



  
Ya teman-teman, mungkin sampai disini aja semua tulisan di Artikel kali ini, Jika memang ada kesalahan atapun tulisan yang kurang pas menurut teman-teman. Silahkan berikan saran dan komentarnya di bawah ini. Salam hangat dari saya. Assalamu'allaikum


Zuliardo Untuk Kamu, Kalian para pemuda,Sebaris kata salam perkenalanku,Kalian penikmat sajak dan Cerita,Sehelai kata membuka diary. Salam Kenal Semuanya....

Belum ada Komentar untuk "Puisi singkat hanya untuk ibu "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel