Cerpen Parkir Gratis Sesuka Hati - Sahabatpena
Assalamu'allaikum Sahabat Pena semuanya.
Apa kabar? Semoga kita dalam keadaan baik-baik saja dan selalu dalam perlindungan Allah SWT.
Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan tentang sebuah cerita pendek atau yang lebih kita kenal dengan sebutan Cerpen.
Di Era sekarang Tempat parkiran adalah kebutuhan yang sangat penting bagi masyarakat. Bukan tanpa alasan, ini terjadi karena sekarang rata-rata masyarakat sudah memiliki kendaraan pribadi sendiri. Mulai dari mobil, motor, sepeda bahkan Helikopter Hhhhe. Ya kali Helikopter mau di parkir di permukiman padat penduduk. Bercanda ya sob :)
Sayangnya, kebutuhan ini tidak diiringi dengan sikap dan sifat masyarakat yang sadar akan pentingnya garasi pada rumahnya. Dan, tidak banyak masyarakat yang belum sadar atau bisa kita katakan belum mengerti tentang peraturan Parkir yang sesuai dan tidak mengganggu orang-orang disekitarnya.
Bahkan nih ya, ada saja orang-orang yang parkir sembarangan dijalan-jalan Raya tanpa menghiraukan pengendara lainnya. Dia kira jalan punya Dia apa ya? Dan, lebih parahnya nih ya sob, Pengendarnya parkir didepan lorong yang sebenarnya itu adalah jalanan umum. Kesel bukan?
Ya kita fikirkan aja, jika jalan cuma punya lebar 2.5Meter. Kalu yang parkir cuma sepeda ya tinggal kita gendong aja sepedanya kerumah atau ke rongsokan masalah selesai. Ehh ini, jika yang parkir mobil!! Lalu Kita lihat kedalamnya, orangnya gak ada, kuncinya diambil. Pasti dalam hati berfikir, Mau digeser gak bisa, mau diangkat berat, Jengkel bukan? Yaa jalan satu-satunya telepon derek suruh angkut itu mobil ke pos polisi. Setuju kan? Hhhe.
Itulah pentingnya diajarkan berfikir dan dibuatkan peraturan agar kita tidak seenaknya aja melakukan sesuatu hal yang menguntungkan kita. Namun, merugikan orang banyak.
Bicara soal parkiran, kita kembali ke Topik Utama tentang Cerpen ya sobat. Kali ini saya akan membagikan Sebuah Cerpen tentang Parkir Gratis mau aman, Tapi gak ada Garasi sendiri. Semoga sedikit memberikan gambaran atau pelajaran agar bisa lebih bijak dalam parkir. Penasaran? Langsung Scrool bawah aja ya.
Sayangnya, kebutuhan ini tidak diiringi dengan sikap dan sifat masyarakat yang sadar akan pentingnya garasi pada rumahnya. Dan, tidak banyak masyarakat yang belum sadar atau bisa kita katakan belum mengerti tentang peraturan Parkir yang sesuai dan tidak mengganggu orang-orang disekitarnya.
Bahkan nih ya, ada saja orang-orang yang parkir sembarangan dijalan-jalan Raya tanpa menghiraukan pengendara lainnya. Dia kira jalan punya Dia apa ya? Dan, lebih parahnya nih ya sob, Pengendarnya parkir didepan lorong yang sebenarnya itu adalah jalanan umum. Kesel bukan?
Ya kita fikirkan aja, jika jalan cuma punya lebar 2.5Meter. Kalu yang parkir cuma sepeda ya tinggal kita gendong aja sepedanya kerumah atau ke rongsokan masalah selesai. Ehh ini, jika yang parkir mobil!! Lalu Kita lihat kedalamnya, orangnya gak ada, kuncinya diambil. Pasti dalam hati berfikir, Mau digeser gak bisa, mau diangkat berat, Jengkel bukan? Yaa jalan satu-satunya telepon derek suruh angkut itu mobil ke pos polisi. Setuju kan? Hhhe.
Itulah pentingnya diajarkan berfikir dan dibuatkan peraturan agar kita tidak seenaknya aja melakukan sesuatu hal yang menguntungkan kita. Namun, merugikan orang banyak.
Bicara soal parkiran, kita kembali ke Topik Utama tentang Cerpen ya sobat. Kali ini saya akan membagikan Sebuah Cerpen tentang Parkir Gratis mau aman, Tapi gak ada Garasi sendiri. Semoga sedikit memberikan gambaran atau pelajaran agar bisa lebih bijak dalam parkir. Penasaran? Langsung Scrool bawah aja ya.
"
Parkir gratis suka-suka
" Ndra, motor sapa parkir disini?" Tanyaku pada keponakan.
" Motor Mba Nana, Mba," jawaban anak berusia delapan tahun itu.
" Orangnya kemana?" Lanjutku sambil mengeser motor itu karena aku mau keluar dan yang bikin aku ngubun-ubun.
" Itu di rumah depan, mba." Jawaban di barengin jari menunjuk ke depan rumahku yang jaraknya kurang dari tiga meter. Jalan gang kecil.
" Dia pikir ini parkiran punya dia apa? Udah numpang parkir gak permisi, gak dipungut biaya, se-enak wudele dikunci stang!"
Dongkol pake sambel sudah emosi full. Padahal lagi buru-buru, motorku di halangi tidak dapat keluar. Bukan masalah dia parkir depan rumah sih, tapi yang jadi dongkol kenapa harus di kunci stang dengan posisi motor melintang depan pagar pintu keluar rumahku, sedangkan motornya di dalam pagar.
'Kalau takut di maling sebaiknya dia kantongi tuh motornya' gumamku emosi. Heran dengan orang-orang macam itu. Tidak tau sopan lupa diri pula, etikanya kemana?.
" Wooy Mba, Mba yang punya motor silver!" Teriakku kencang tapi tidak ada sahutan atau pun tanda pemiliknya keluar.
" Tolong yah, yang merasa punya motor silver, ini mau digeser sendiri apa mau ku gulingkan?"
Aku yakin nadaku sudah mirip speaker masjid depan gang. Tak lama, sosok gadis berjilbab keluar dari rumah yang letaknya di seberang rumahku. Kalian tau apa reaksi dia? Coba kalian tebak.
Salah banget tebakan kalian. Dia cuman senyum dikit dengan tampang polosnya. Tampang anak sekolah dasar, sekitar kelas lima atau enam menurutku.
" Mba, lain kali kalo mau parkir jangan di kunci stangnya. Udah gratis, gak permisi, ngehalangin jalan pribadi pula. Lain kali kantongi aja motornya biar gak nyusahin orang lain!" Cecarku, sinis tingkat dewa aku yakin.
Apa reaksi dia kalian tau? Senyum ke dua kali yang dipaksakan, yah, itu reaksinya. Dengan wajah memerah aku yakin wajah seperti mau menangis, tapi malu.
Dengan cepat dia menggeser motor dan melesat keluar pagar meninggalkan aku sendiri, tanpa permisi.
'Dasar anak labil, bocah ingusan' cibiran dalam hatiku.
=======================
Semoga cerita ini ada hikmahnya buat yang baca, agar tak seenaknya saat parkir di tempat umum maupun tempat orang. Kecuali di tempat kalian sendiri, bebas deh mau parkir di ranjang juga boleh.
Sekian saja mungkin dari saya sahabat semunya. Terus nantikan cerita-cerita menarik hanya di Blog ini tentunya.

Belum ada Komentar untuk "Cerpen Parkir Gratis Sesuka Hati - Sahabatpena"
Posting Komentar